Pages

Sabtu, 18 Mei 2013

PELVIC INFLAMMATORY DISEASE (PID)


PELVIC  INFLAMMATORY DISEASE (PID)
 
(PID) adalah istilah klinis umum untuk infeksi traktus genital atas. Terdapat sekitar 1 juta kasus PID di Amerika Serikatsetiap tahunnya. Prevalensi ini meningkat pada negara berkembang denganmasyarakat sosioekonomik rendah.Lebih dari seperempat pasien PID membutuhkan rawatan di rumah sakit.Resiko meningkat pada daerah dengan prevalensi penyakit menular seksual tinggiakibat dari aktivitas seksual bebas dan berganti pasangan. Negara berkembangseperti Indonesia memiliki segala resiko yang menyebabkan rentannya terjadi PID pada wanita Indonesia.Untuk itu, diperlukan pencegahan dan penatalaksanaan yang tepat untuk mengurangi prevalensi PID. Karenanya, dibutuhkan pengetahuan tentang PIDagar dapat dicegah, didiagnosa dini, dan ditatalaksana dengan cepat dan segera.
 |
            Pelvic inflammatory disease
(PID) adalah penyakit infeksi dan inflamasi pada traktur reproduksi bagian atas, termasuk uterus, tuba fallopi, dan struktur  penunjang pelvis.
1.  PID merupakan sebuah spektrum infeksi pada traktus genitaliawanita yang termasuk di dalamnya endometritis, salpingitis, tuba-ovarian abses,dan peritonitis.
2. PID biasanya disebabkan oleh kolonisasi mikroorganisme di endoserviksyang bergerak ke atas menuju endometrium dan tuba fallopi.
3. Inflamasi dapattimbul kapan saja dan pada titik manapun di traktus genitalia.
PID adalah masalah kesehatan yang cukup sering. Sekitar 1 juta kasus PIDterjadi di Amerika Serikat dalam setahun dan total biaya yang dikeluarkanmelebihi 7 juta dollar per tahun. Lebih dari seperempat kasus PID membutuhkanrawatan inap. PID menyebabkan 0,29 kematian per 1000 wanita usia 15-44tahun.
Diperkirakan 100000 wanita menjadi infertil diakibatkan oleh PID.
 WHO mengalami kesulitan dalam menentukan prevalensi PID akibat dari beberapa hal termasuk kurangnya pengenalan penyakit oleh pasien, kesulitanakses untuk merawat pasien, metode subjektif yang digunakan untuk mendiagnosa, dan kurangnya fasilitas diagnosti pada banyak negara berkembang,dan sistem kesehatan masyarakat yang sangat luas.

1.Faktor Resiko
Terdapat beberapa faktor resiko terjadinya PID, namun yang utama adalahaktivitas seksual. PID yang timbul setelah periode menstruasi pada wanita denganMakalah Ginekologi |  
aktivitas seksual berjumlah sekitar 85%, sedangkan 15% disebabkan karena luka pada mukosa misalnya akbiat AKDR atau kuretase.
Resiko juga meningkat berkaitan dengan jumlah pasangan seksual. Wanitadengan lebih dari 10 pasangan seksual cenderung memiliki peningkatan resikosebesar 3 kali lipat.
 Usia muda juga merupakan salah satu faktor resiko yang disebabkan olehkurangnya kestabilan hubungan seksual dan mungkin oleh kurangnya imunitas.
 Factor resiko lainnya yaitu pemasangan kontrasepsi, etnik, status postmarital dimana resiko meningkat 3 kali dibanding yang tidak menikah, infeksi bakterial vaginosis, dan merokok.
Peningkatan resiko PID ditemukan pada etnik  berkulit putih dan pada golongan sosioekonomik rendah. PID sering muncul padausia 15-19 tahun dan pada wanita yang pertama kali berhubungan seksual.

1. Pasien yang digolongkan memiliki resiko tinggi untuk PID adalah wanita berusia dibawah 25 tahun, menstruasi, memiliki pasangan seksual yang multipel,tidak menggunakan kontrasepsi, dan tinggal di daerah yang tinggi prevalensi penyakit menular seksual. PID juga sering timbul pada wanita yang pertama kali berhubungan seksual. Pemakaian AKDR meningkatkan resiko PID 2-3 kali lipat pada 4 bulan pertama setelah pemakaian, namun kemudian resiko kembalimenurun. Wanita yang tidak berhubungan seksual secara aktif dan telah menjalanisterilisasi tuba, memiliki resiko yang sangat rendah untuk PID.
              C. Faktor Resiko Wanita yang aktif secara seksual di bawah usia 25 tahun berisiko tinggi untuk mendapat penyakit radang panggul.
            Hal ini disebabkan wanita muda berkecenderungan untuk berganti-ganti pasangan seksual dan melakukan hubungan seksual tidak aman dibandingkan wanita berumur. Faktor lainnya yang berkaitan dengan usia adalah lendir servikal (leher rahim). Lendir servikal yang tebal dapat melindungi masuknya bakteri melalui serviks (seperti gonorea), namun wanita muda dan remaja cenderung memiliki lendir yang tipis sehingga tidak dapat memproteksi masuknya bakteri.
            Faktor risiko lainnya adalah:
1. Riwayat penyakit radang panggul sebelumnya
 2. Pasangan seksual berganti-ganti, atau lebih dari 2 pasangan dalam waktu 30 hari
3. Wanita dengan infeksi oleh kuman penyebab PMS
 4. Menggunakan douche (cairan pembersih vagina) beberapa kali dalam sebulan
5. Penggunaan IUD (spiral) meningkatkan risiko penyakit radang panggul. Risiko tertinggi adalah saat pemasangan spiral dan 3 minggu setelah pemasangan terutama apabila sudah terdapat infeksi dalam saluran reproduksi sebelumnya

                
                   D. Tanda Dan Gejala Gejala paling sering dialami adalah nyeri pada perut dan panggul. Nyeri ini umumnya nyeri tumpul dan terus-menerus, terjadi beberapa hari setelah menstruasi terakhir, dan diperparah dengan gerakan, aktivitas, atau sanggama. Nyeri karena radang panggul biasanya kurang dari 7 hari.
              Beberapa wanita dengan penyakit ini terkadang tidak mengalami gejala sama sekali. Keluhan lain adalah mual, nyeri berkemih, perdarahan atau bercak pada vagina, demam, nyeri saat sanggama, dan menggigil.

                 E. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan darah dilakukan untuk melihat kenaikan dari sel darah putih yang menandakan terjadinya infeksi. Kultur untuk GO dan chlamydia digunakan untuk mengkonfirmasi diagnosis. Ultrasonografi atau USG dapat digunakan baik USG abdomen (perut) atau USG vagina, untuk mengevaluasi saluran tuba dan alat reproduksi lainnya. Biopsi endometrium dapat dipakai untuk melihat adanya infeksi. Laparaskopi adalah prosedur pemasukan alat dengan lampu dan kamera melalui insisi (potongan) kecil di perut untuk melihat secara langsung organ di dalam panggul apabila terdapat kelainan.

                 F. Terapi Tujuan utama terapi penyakit ini adalah mencegah kerusakan saluran tuba yang dapat mengakibatkan infertilitas (tidak subur) dan kehamilan ektopik, serta pencegahan dari infeksi kronik.
           Pengobatan dengan antibiotik, baik disuntik maupun diminum, sesuai dengan bakteri penyebab adalah pilihan utama. Kontrol setelah pengobatan sebanyak 2-3 kali diperlukan untuk melihat hasil dan perkembangan dari pengobatan. Pasangan seksual juga harus diobati. Wanita dengan penyakit radang panggul mungkin memiliki pasangan yang menderita gonorea atau infeksi chlamydia yang dapat menyebabkan penyakit ini. Seseorang dapat menderita penyakit menular seksual meskipun tidak memiliki gejala. Untuk mengurangi risiko terkena penyakit radang panggul kembali, maka pasangan seksual sebaiknya diperiksa dan diobati apabila memiliki PMS.

                G. Komplikasi

        Penyakit radang panggul dapat menyebabkan berbagai kelainan di dalam kandungan seperti nyeri berkepanjangan, infertilitas dan kehamilan abnormal. Penyakit ini dapat menyebabkan parut pada rahim dan saluran tuba. Parut ini mengakibatkan kerusakan dan menghalangi saluran tuba sehingga menyebabkan infertilitas. Parut juga dapat menyebabkan sel telur tidak dapat melalui jalan normalnya ke rahim sehingga dapat terjadi kehamilan ektopik. H. Pencegahan Cara terbaik untuk menghindari penyakit radang panggul adalah melindungi diri dari penyakit menular seksual. Penggunaan kontrasepsi seperti kondom dapat mengurangi kejadian penyakit radang panggul. Apabila mengalami infeksi saluran genital bagian bawah maka sebaiknya segera diobati karena dapat menyebar hingga ke saluran reproduksi bagian atas.
             
Terapi untuk pasangan seksual sangat dianjurkan untuk mencegah berulangnya infeksi.
I.                   Sikap Bidan
 • Konsultasi
 • Merujuk Servisitis akuta adalah infeksi dibawah endoserviks, seperti pada gonorhoe, post abortus atau post partum yang disebabkan streptococcus, staphylococcus dan lain-lain.
       Tanda-tanda servisistis akuta :
 • Serviks merah
 • Edema serviks
 • Mengeluarkan cairan mukopurulen Pengobatan
 • Pengobatan infeksi
 • Penyakit dapat sembuh tanpa bekas/menjadi servisitis kronika Servisitis kronika adalah infeksi menahun akibat luka-luka pada serviks karena partus/abortus yang disebabkan masuknya kuman-kuman kedalam endoserviks dan kelenjar-kelenjarnya.

         Gambaran patologis dapat ditemukan : Serviks
 • Kelihatan normal
 • Pada pemeriksaan mikroskop ditemukan leukosit dalam stroma endoserviks
 • Pengeluaran secret agak putih-kuning Portio
 • Sekitar ostium eksternum tampak kemerahan
 • Secret yang dikeluarkan terdiri atas mucus bercampur nanah Sobekan pada serviks uteri lebih luas
• Mukosa endoserviks lebih kelihatan dari luar (ekstroplon)
 • Mukosa lebih mudah kena infeksi dari vagina
 • Karena radang menahun, serviks bisa menjadi hipertropi dan mengeras
• Secret mukosa purulen bertambah banyak Pengobatan
 • Pap smear
 • Biopsi untuk memastikan tidak adanya Ca Therapi
 • Dilakukan kanterisasi radial sehingga terjadi nekrosis
 • Jaringan yang meradang terlepas kira-kira 2 minggu, lambat laun diganti jaringan sehat • Bila radang menahun mencapai endoserviks jauh kedalam kanalis servikalis dilakukan ronisasi dengan mengangkat sebagian besar mukosa endoserviks
 • Jika infeksi sangat luas dilakukan amputasi serviks Piometra adalah pengumpulan nanah di kavum uteri karena stenosis kanalis servikalis Penyebab
 • Ca serviks uteri
 • Endometritis tuberkulosa
 • Amputasi serviks
 • Akibat radiasi
 • Penutupan ostium uteri karena involusio uterus sesudah menopause
 • Pada gonorhoe, ada kecenderungan perlengketan fibria pada ostium tuba abdominalis, menyebabkan penutupan ostium Pada salpingitis GO akut, ada kecenderungan gonokokus menghilang dalam waktu kira-kira 10 hari, sehingga pembiakannya negatif.

         Salpingitis akut piogenik banyak ditemukan pada :
• Infeksi puerperal atau pada abortus septic
 • Dapat juga disebabkan adanya tindakan misalkan kerokan Infeksi dapat disebabkan oleh bermacam-macam kuman :
 • Streptococcus (aerob dan anaerob)
 • Staphylococcus
 • Eschericia
 • Clostridium welchii Infeksi ini menjalar
 • Dari serviks uteri atau kavum uteri dengan jalan darah atau limpeke parametrium terus ke tuba
• Dapat pula ke peritonium pelvic disini timbul salpingitis interstisialis akuta Salpingo Oofiritis/Adneksitis akuta Terdiri dari :
 • Hidro salping : terdapat penutupan ostiumtuba abdominalis
 • Piosalping : dalam stadium menahun merupakan kantung dengan dinding tebal yang berisi nanah
 • Salpingitis interstisialis kronika : dinding tuba menebal dan banyak fibrosis serta ditemukan pengumpulan nanah sedikit ditengah-tengah jaringan otot
 • Kista tuba ovarial, abses tuba ovarial : bersatu dengan folikel ovarium, pada abses tuba ovarial piosalping bersatu dengan abses ovarium
• Abses ovarial : jarang terdapat sendiri dari stadium akut dapat memasuki stadium menahun
• Salpingitis tuberkulosa : merupakan bagian penting dari tuberculosis genital Gejala-gejala :
• Panas
 • Nyeri cukup kuat dibagian bawah sebelah kiri dan kanan
 • Bertambah sakit pada pekerjaan berat disertai sakit pinggang
 • Leukorea disebabkan oleh servisitis kronika
 • Haid lebih banyak dari biasa dengan siklus yang tidak teratur Therapi keadaan sub akut : • Antibiotik spektrum luas
 • Tidak melakukan pekerjaan yang berat
 • Terapi diatermi
 • Terapi oerasi bila ada indikasi Parametritis akuta terjadi bila kuman-kuman masuk limpe atau darah melewati batas uterus sampai ke jaringan ikat parametrium,kejadian ini muncul karena infeksi puerperal atau post abortus, juga akibat dari tindakan intra uterin

        


          Penyebab : streptococcus dan staphylococcus Gambaran klinik
 • Demam
• Sakit perut bagian bawah sebelah kanan atau kiri
 • Disebelah uterus teraba tumor Terapi
 • Sama dengan adneksitis
 • Jika ditemukan abses dilakukan pembukaan tumor Peritonitis pelvika (pelvioperitonitis) sering terjadi bersamaan dengan adneksitis akuta Gejala-gejala
 • Demam dan mual
 • Leucositosis
 • Nyeri lebih hebat
• Terdapat defencemusculaire
 • Gerakan uterus menyebabkan rasa nyeri
 • Jika ada abses di kavum Douglas, teraba tumor di belakang uterus yang menonjol ke forniks vagina posterior Terapi
 • Jika ada abses yaitu dengan kolpotomia posterior dan drainase

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar